Trik Membuat Level Heading Blog WordPress Lebih SEO-friendly

Beberapa artikel terakhir blog ini sedikit banyak mengulas mengenai struktur halaman web, juga sedikit memberi perhatian pada konsep semantik dan penggunaan heading. Nah, artikel sebelum ini pun saya juga masih menulis soal penggunaan heading, dan kali ini pun (lagi-lagi) saya tulis sedikit trik untuk blog WordPress untuk mengatasi masalah struktur heading supaya lebih baik untuk urusan SEO.

Pada artikel mengenai definisi dan pengaruh HTML semantik terhadap SEO, saya sedikit menyinggung mengenai masalah penggunaan heading yang paling tepat dan maksimal supaya SEO friendly, yaitu masalah penempatan heading utama <h1> apakah sebaiknya untuk logo atau malah dipakai untuk judul postingan. Beberapa penjelasan yang saya dapat setelah blogwalking ke blog-blog web designer dan situs web developer luar, menyarankan bahwa sebaiknya judul artikel dipakai sebagai heading utama dengan menempatkannya pada <h1>, entah itu pada website atau blog. Continue reading

Semantic HTML: Definisi dan Pengaruhnya Terhadap SEO

Apa respon yang saya dapat ketika saya mempublikasikan sebuah artikel mengenai pengaruh struktur halaman web terhadap halaman hasil pencarian search engine, seperti beberapa artikel sebelumnya? Sebagian besar membicarakan tentang disain theme sebagai struktur utama halaman web. Oke, memang tidak ada yang salah dengan pendapat tersebut. Tetapi yang akan saya luruskan di sini adalah bahwa struktur halaman yang saya maksud tidak semuanya mengenai bagaimana sebuah struktur halaman disusun oleh theme yang digunakan (saya percaya kok bahwa banyak theme yang tersedia teroptimisasi secara SEO). Ini mengenai konsep semantic HTML, bukan sekedar aturan penulisan kode-kode markup. Bukan hanya soal tampilan atau presentasi di layar browser, tetapi juga soal aksesibilitas atau kemudahan akses dalam segala kondisi. Markup semantic HTML yang baik mempunyai aksesibilitas yang baik juga, baik untuk pengguna normal seperti kita, pengguna dengan kemampuan yang terbatas yang menggunakan perangkat text-to-speech, dan tentu saja baik untuk mesin pencari. Continue reading

XHTML DTD: Antara Transitional dengan Strict

XHTML Tags

Image taken from GabrielUtasi.com

Beberapa waktu lalu saya sibuk mencari perbedaan doctype XHTML antara Transitional dengan Strict yang distandarkan oleh W3C. Yang saya temukan malah banyak saran untuk menggunakan tipe dokumen Strict, jika kita menggunakan XHTML yang sesuai dengan web standards dan demi kepentingan dunia web di masa depan, dibandingkan menggunakan tipe dokumen Transitional (seperti pada tema blog saya dulu). Lalu sebenarnya apa perbedaan utama dari kedua doctype tersebut? Dari beberapa informasi yang saya kumpulkan, bahwa tipe dokumen Strict memiliki aturan untuk memisahkan struktur dengan layout, yang kurang lebih berarti bahwa semua layout atau presentasi atau tampilan dari sebuah halaman web sepenuhnya dikontrol oleh CSS, jadi tidak lagi menggunakan tag-tag HTML (saya mengartikan strict sebagai format XHTML yang sempurna). Sedangkan tipe dokumen transitional masih memperbolehkan kita untuk menambahkan elemen dan atribut umum dalam HTML lama untuk mengatur layout halaman web, selain menggunakan CSS (saya mengartikan transitional sebagai format transisi dari HTML ke XHTML). Continue reading