Tips Lengkap Merawat Database WordPress

SQL

Berbeda dengan pengguna layanan gratisan seperti WordPress.com atau Blogger, pengguna blog hosting sendiri seperti WordPress dan lainnya pasti dihadapkan pada banyak masalah teknis, salah satunya adalah database.

Masalah database yang sering dihadapi pengguna WordPress bermacam-macam. Yang paling sering adalah kerusakan tabel database (overhead). Overhead dapat membuat blog kita menjadi semakin lambat diakses dan pada keadaan tertentu dapat membuat beberapa plugin yang memerlukan resource tinggi tidak bisa berjalan (pernah mengalami Fatal error: Allowed memory size of bla bla bla di dashboard anda?).

Walaupun overhead bukan masalah yang serius, tetapi tetap perlu dilakukan perbaikan. Tools yang akan kita pakai adalah phpMyAdmin dan plugin WordPress untuk membersihkan sisa tabel dari plugin yang tidak terpakai lagi.

1 – Memperbaiki overhead menggunakan phpMyAdmin

Caranya dengan login ke cPanel terlebih dulu, kemudian pilih menu phpMyAdmin pada bagian Databases.

cPanel X

Kemudian akan terbuka sebuah tab baru pada jendela browser anda. Pilih satu database yang akan diperbaiki (biasanya bernama namahostanda_wrdp1 untuk WordPress yang diinstal dari Fantastico).

phpMyAdmin

Tandai tabel mana saja yang overhead, kemudian pilih Perbaiki tabel pada drop down menu di bagian bawah.

repair database

2 – Memperbaiki overhead otomatis menggunakan Cron/Crontab

Cron dipakai untuk menjalankan task secara otomatis dan terjadwal. Perbaikan overhead tabel database kita juga bisa dilakukan dengan menambahkan crontab berisi perintah mysqlcheck untuk memperbaiki tabel secara teratur dalam jangka waktu yang ditentukan. Perintah ini sangat berguna apabila database blog kita sering overhead akibat traffic yang sangat besar dan memakan resource yang tinggi—akibat banyaknya query yang dijalankan karena pemakaian plugin yang banyak.

Caranya dengan login ke cPanel dan pilih menu Cron jobs, kemudian pilih Standard pada menu experience level.

Tambahkan perintah mysqlcheck [options] --databases db_name1 [db_name2 db_name3...] pada form Command to run (jangan lupa ganti db_name1, db_name2, dan seterusnya dengan nama-nama database yang akan di auto-check.

Cron

Perintah mysqlcheck digunakan untuk menjalankan Check Table, Repair Table, Analyze Table, dan Optimize Table, apabila ingin menjalankan satu perintah spesifik saja misal Repair Table, maka ganti mysqlcheck dengan mysqlrepair. Untuk [options] bisa memakai [--auto-repair] (selengkapnya baca MySQL 5.0 Reference Manual).

Kemudian atur berapa jam sekali crontab tersebut dijalankan. Saya sarankan maksimal satu kali sehari pada jam-jam tengah malam. Klik Save Crontab.

Perhatian: Semakin sering anda mengatur cron jobs bekerja dalam satu hari, maka beban CPU hosting akan semakin tinggi. Untuk itu aturlah sesuai saran di atas. Atau bila anda ingin banyak membuat crontab, sebaiknya konsultasikan dulu dengan provider hosting anda.

3 – Membersihkan sisa tabel database dengan WP Options Manager

Sebagian besar plugin yang beredar saat ini tidak menyediakan opsi uninstall. Akibatnya walaupun plugin sudah di-deactivate dan dihapus, tabel databasenya masih tertinggal di dalam tabel wp_options. Pengalaman saya, sisa tabel seperti itu bisa memunculkan pesan Fatal error: Allowed memory size of… dan plugin tertentu tidak dapat diaktifkan.

Cara mudah dan aman menghapus sisa tabel dengan menggunakan plugin WP Options Manager. Pasang dan aktifkan plugin itu, klik Match all plugin against options, tandai options mana saja yang sekiranya tidak terpakai, lalu klik Delete all selected options.

WP Options Manager plugin

Perhatian: Baca keterangannya baik-baik. Tidak semua options yang ditemukan harus dihapus. Beberapa options tertentu bisa muncul dan jangan dihapus, misal akibat penggunaan theme tertentu seperti Thesis, dan program FTP.

Selamat mencoba! :)

Instant Internet Business Ideas

Related Posts ↓

Rahasia Sukses Paid Review

{39 Comments so far }

  1. aldy said,

    Wrote on October 13, 2009 @ 12:29 am

    Maaf mas, agak telmi. Selama ini saya beranggapan bahwa selain pemilik domain, provider juga melakukan perawatan yang sama.
    Sampai sekarang memang belum mengalami hal yang mas tuliskan, tetapi sepertinya menyulitkan juga jika koneksi yang dimiliki lemot. Sementara diarsip dulu mas.

  2. fanari said,

    Wrote on October 13, 2009 @ 7:45 am

    @aldy: setau saya provider hanya mengurusi masalah performance, uptime, dan keamanan data2 pengguna. Sedangkan isi data2 pengguna termasuk database menjadi tanggung jawab sendiri.

  3. aldy said,

    Wrote on October 13, 2009 @ 11:33 am

    Ops, baru ngeh sekarang. Dan sepertinya saya harus mulai optimasi, karena dulunya banyak plugins yang dipakai tetapi sekaran sudah dihapus. Jika meninggalkan masalah bisa berabe juga.

  4. bukan facebook said,

    Wrote on October 13, 2009 @ 3:08 pm

    betul juga yah pake cron job…selama ini saya manual ajah…kadang kelupaan…

  5. wira said,

    Wrote on October 14, 2009 @ 12:40 pm

    belum semua saya ngerti, kayaknya yg terbayang hanya memperbaiki overhead dengan phpMyAdmin, itupun saya belum pernah mengalami masalah overhead seperti itu, maklum mungkin karena trafik nggak seberapa, hehe..

    btw, itu phpMyAdmin kok ada yg bahasa Indonesia ya, saya baru tahu :D

  6. bayu said,

    Wrote on October 15, 2009 @ 10:12 pm

    weh, pusing dah. ternyata malah agak merepotkan ya pake yg berbayar. perasaan waktu pke yg gratisan, malah ga pusing mikirin ini itu…
    hikz, nyubi. ga th apa2. moga2 bisa learning by doing

  7. cyzko said,

    Wrote on October 17, 2009 @ 1:25 pm

    wah thanks infonya walaupun sedikit agak bingung maklum ilmunya belum nyampek…

  8. dendin said,

    Wrote on October 17, 2009 @ 1:28 pm

    ternyata data base perlu di rawat ya

  9. jimmy said,

    Wrote on October 17, 2009 @ 2:49 pm

    database seperti jantungnya blog, kalau tidak ada database, tidak akan ada blog :D

  10. hpnugroho said,

    Wrote on October 17, 2009 @ 5:20 pm

    wah, baru tahu kalau plugin yg sudah deactivated dan didelete masih menyisakan sesuatu didatabase, kalau sering uji coba plugin, lama-lama makin penuh memorinya dong ….
    terima kasih informasinya, bermanfaat sekali ..

  11. Financial Adviser said,

    Wrote on October 17, 2009 @ 6:32 pm

    wah kalo saya malah lebih parah lagi rusaknya mas
    masa di file manager semua data eror
    nge-YM CS-nya katanya ntu masalah dari servernya
    ampe sekarang belum kelar2 diperbaikinya
    btw, WP isa di instal ulang ga…??

  12. fanari said,

    Wrote on October 17, 2009 @ 6:54 pm

    @Financial Adviser: bisa asal di-backup dulu databasenya, baca panduannya di Cara Aman Backup WordPress dengan phpMyAdmin.

  13. The Fachia said,

    Wrote on October 18, 2009 @ 12:30 am

    Di bookmark dulu deh mas. Karena smntara saya belum buat blog WordPress. :)

    Nice tips..

  14. zam.web.id said,

    Wrote on October 20, 2009 @ 11:09 am

    kapan-kapan perlu dicoba, soalnya belum pernah :) *perlu bookmark*

  15. Cartwright said,

    Wrote on October 20, 2009 @ 11:46 pm

    selain maintenance diatas juga ada baiknya di backup dulu secara manual, ini sangat penting mengingat menghindari hal hal yang tidak di inginkan.

  16. fanari said,

    Wrote on October 21, 2009 @ 1:04 am

    @Cartwright: benar sekali! Thanks for noticing ;)

  17. adel said,

    Wrote on October 22, 2009 @ 9:48 am

    Hah…mantaps kang. Lagi2 masalah di database wp, betul sekali tuh mas. Tapi ga hanya plugin aja yg suka nyisain sampah di database, tapi theme juga suka ninggalin sampah. Misal wae wootheme, elegantheme dll

  18. jurug said,

    Wrote on October 24, 2009 @ 4:57 pm

    klo utk blog baru perlu berapa kali perawatan.. 1 bulan sekali udah cukup blm ?

  19. afvia said,

    Wrote on October 25, 2009 @ 1:26 pm

    Saya belum tau banget tentang masalah database. maklum … , masih newbie. makasih buat infonya, itung2 nabung pengetahuan.

  20. zisya said,

    Wrote on October 29, 2009 @ 11:10 pm

    waduh ga tau WP maklum masih newbie nih

  21. Kodok Kopet said,

    Wrote on October 29, 2009 @ 11:11 pm

    mantap infonya bos

  22. MasEDI said,

    Wrote on October 31, 2009 @ 1:23 pm

    Terimakasih buat tips nya, ini langsung maw saya praktekin, mudah2an lanacar2…
    Salam Kenal….

  23. Badruz said,

    Wrote on November 1, 2009 @ 5:31 am

    wah ribet juga yah, jadi nggak nafsu nih sama yang berbayar.
    salam.

  24. Please, don't cry... | Personal Field said,

    Wrote on November 1, 2009 @ 8:09 am

    [...] backup yang saya buat ternyata tidak sempurna. Beberapa waktu sebelumnya salah seorang master blog Mas Fanari diblognya pernah menyampaikan kepada saya bahwa pemeliharaan database adalah tanggung jawab kita [...]

  25. Deka said,

    Wrote on November 1, 2009 @ 11:14 am

    Menurut saya pada point pertama setelah repair jangan di lupa di optimize. pada point kedua sebaiknya jangan dilakukan pada shared hosting, cukup rutin seminggu sekali di repair dan optimize seperti cara pertama walaupun trafic lumayan tinggi, beberapa blog yang saya tahu mempunya trafic lumayan tinggi rutin melakukan seminggu sekali atau minimal sebulan sekali. tentang point ketiga jujur saja saya belum menggunakannya, yang pernah saya gunakan plugin clean option. dan terakhir jangan lupa backup terlebih dahulu sebelum melakukkannya. Just My Opinion.

  26. mbah gendeng said,

    Wrote on November 3, 2009 @ 8:26 pm

    mas…. aku g tau nih harus comment dimana cz kata mas aldy aku di suruh kesini……. mo nanya nih kira2 ap yang terjadi nek kita ganti link yang udah ke indeks am google???? apakah di kira spam???? trus link yg baru tu di anggap baru ap tetep aj g di anggap cz link yg lamaq masuk sandbox deh kayanya…….. makasih y mas

  27. fanari said,

    Wrote on November 4, 2009 @ 10:03 am

    @mbah gendeng: pakai metode 301 redirect (permanent), akan memberitahu Googlebot kalau URL telah dialihkan secara permanen.

  28. Planet Orange said,

    Wrote on November 4, 2009 @ 2:49 pm

    Optimasi db di wp memang harus jadi pekerjaan rutin yang membosankan, tapi mau gimana lagi….

    saya biasanya sering melakukan optimasi melalui SSH mas…biar lebih ringkes aja…

  29. mbah gendeng said,

    Wrote on November 4, 2009 @ 3:20 pm

    makasih yah mas udah membantu blogger newbie nih

  30. Danta said,

    Wrote on November 10, 2009 @ 8:30 pm

    Wah.. mantap mas.. tapi saya pake SPANEL.. butuh penyesuaian.. sama si.. tapi agak beda letak2nya..

  31. Jhez3R said,

    Wrote on November 11, 2009 @ 1:30 pm

    Mantaf mas… udah ada gak mas plugins untuk merawat otomatis wp??

  32. andriristiawan said,

    Wrote on November 18, 2009 @ 6:54 am

    saya belum moving to wordpress….
    jadi blum pernah menghadapi hal2 seperti ini :)
    ternyata aga ribet juga yah wordpress berbayar…
    tapi memang harus belajar dan belajar supaya bisa :)
    terima kasih infonya :)
    jadi pembelajaran sebelum pindah ke wordpress.org

  33. Ardiawan said,

    Wrote on November 27, 2009 @ 8:37 pm

    Wah.. blognya bagus nih.. Semangat sob!

  34. komuter said,

    Wrote on December 8, 2009 @ 2:21 pm

    belum punya yang berbayar, tapi untuk jaringan dalam kantor sih, udah punya, hanya tidak terlalu mempermasalahkan database

  35. Solo life said,

    Wrote on December 9, 2009 @ 7:24 am

    Patut di bukmark. Thanks

  36. Hanif Ilham M said,

    Wrote on December 25, 2009 @ 11:06 pm

    bermanfaat nih, saya cuma sering back up aja, jadi kalo tiba2 crash,eror dan sebagainya, yah, di upload ulang. hehehe

  37. 20+ Tips Lengkap Optimasi WordPress said,

    Wrote on March 27, 2010 @ 4:27 am

    [...] Tabel database sangat vital bagi web dinamis, karena dari sinilah data diambil oleh server untuk meng-generate halaman web. Kerusakan tabel seperti overhead—walaupun bukan masalah yang serius—bisa mengakibatkan blog semakin lambat diakses. Tabel overhead perlu diperbaiki dan kemudian dioptimasi, salah satunya dengan memakai phpMyAdmin. Tutorial selengkapnya ada di artikel Tips Lengkap Merawat Database WordPress. [...]

  38. akbar said,

    Wrote on April 8, 2010 @ 9:24 pm

    Para master web
    ditempat

    saya akbar
    nubie dlm hal Cpanel. ada masalah dengan cara setting CRONJOB di cpanel
    begini ceritanya :

    saya beli script dari gemp*r.com, situs saya udah jadi, udah bisa diakses, hanya saja saya sekarang ini ingin setting CRONJOB di Cpanel.

    dari tutorial yang banyak beredar di google, saat setting COMMAND di CRONJOB
    code nya sbb :

    /usr/bin/php -q /home/username/public_html/autoresponder/run.php

    Nah, yang membuat saya binggung adalah : ” username” itu harus diisi apa ya ??
    username untuk login ke Cpanel ?
    username email ?
    username database di Cpanel ?

    Saya udah coba setting dengan username saya untuk masuk ke Cpanel, menjadi :

    /usr/bin/php -q /home/montok2/public_html/autoresponder/run.php

    akan tetapi keesokan harinya saat saya buka email, ada email masuk dari Cron Daemon
    yang mengatakan ” /bin/sh: usr/bin/php: No such file or directory ”

    mohon bantuan para master, karena saya gak tau lagi harus bertanya kepada siapa

    terima kasih
    salam
    akbar

  39. iznyn said,

    Wrote on August 26, 2010 @ 4:39 am

    Thank’s buat infonya, pernah denger msalah ini tapi belum pernah nerapin di blog saya, makluk trafic masih kecil jadi belum timbul masalah yang aneh.

    Untuk plugin WP sebaiknya ditest secara offline dulu sebelum benar2 diinstall di blog, sehingga bisa menghindari masalah sampah plugin diatas.

Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Comment ↓

Name

E-mail

Website