Dasar Memasang JavaScript Dengan Framework (2)

Artikel ini merupakan bagian kedua dari Dasar Memasang JavaScript Dengan Framework (Bagian 1)

Setelah kita memiliki file JavaScript library dan plugin yang akan digunakan, maka langkah selanjutnya adalah mengupload file-file tersebut. Kita bisa memanfaatkan layanan hosting file gratis seperti Google Pages untuk menyimpan filenya, tetapi lebih baik memakai hostingan yang sama dengan blog.

Langkah selanjutnya adalah melihat kode sumber dari file demonya langsung. File demo biasanya berupa file HTML statis, buka dengan Firefox dan lihat kode sumbernya atau bisa memakai text editor.

1 – Include

Menyertakan file-file js library, plugin, dan CSS. Lihat dulu kode sumber pada demo untuk mencari file apa saja yang disertakan. Masukkan baris-baris berikut antara bagian <head> dengan </head>

<link rel="stylesheet" href="http://www.domain.com/path_to/file.css" type="text/css" media="screen" />
<script src="http://www.domain.com/path_to/jquery-1.2.6.min.js" type="text/javascript"></script>
<script src="http://www.domain.com/path_to/fileplugin.js" type="text/javascript"></script>

Buat pengguna WordPress bisa menyertakan file-filenya di dalam folder tema yang dipakai dengan mengganti baris-baris di atas dengan baris-baris berikut:

<link rel="stylesheet" href="<?php bloginfo('template_directory'); ?>/path_to/file.css" type="text/css" media="screen" />
<script src="<?php bloginfo('template_directory'); ?>/path_to/jquery-1.2.6.min.js" type="text/javascript"></script>
<script src="<?php bloginfo('template_directory'); ?>/path_to/fileplugin.js" type="text/javascript"></script>

Jangan lupa sesuaikan url path di atas dengan url path yang anda pakai.

2 – JavaScript Codes

Biasanya kode-kode JavaScript tambahan juga diperlukan, bisa berupa opsi,parameter, atau operator yang menginisialisasi efek dan membuat efek JavaScript bekerja atau menghasilkan efek-efek yang berbeda-beda. Untuk yang ini masing-masing plugin mempunyai kode yang berbeda-beda, tetapi semuanya diawali dengan <script type="text/javascript"> dan diakhiri dengan </script>. Cari kode-kode tersebut pada file demo dan masukkan ke template pada bagian <head>.

Biasanya dalam setiap demo terdapat banyak pilihan parameter atau operator kode-kode JavaScript yang dapat kita manfaatkan sesuai keinginan atau kebutuhan kita.

3 – Markup

Langkah selanjutnya adalah menuliskan kode markup pada template yang akan kita pakai. Kode-kode markup ini kita contek dari kode sumber file demo dan kita implementasikan pada template (misalnya kita pasang di sidebar atau yang lainnya). Kode-kode markup yang digunakan berdasarkan file CSS eksternal yang sudah kita sertakan pada baris pertama langkah no. 1. Nah, kode-kode markup ini pun tergantung pada masing-masing plugin, tetapi biasanya mengandung penggunaan atribut ID dan Class yang mengacu pada CSS-nya.Berikut ini adalah salah satu contoh penulisan markup yang saya ambil dari Accordion v2.0 yang ditulis memakai Scriptaculous:

<h2 class="accordion_toggle">Title Bar</h2>
<div class="accordion_content">...</div>
...
...
...
<h2 class="accordion_toggle">Title Bar</h2>
<div class="accordion_content">...</div>

4 – CSS Styling

Yang terakhir yang perlu dilakukan setelah JavaScript tersebut sudah bekerja dengan baik adalah penyesuaian tampilan dan warna pada file CSS-nya (yang kita sertakan pada langkah no.1 di atas) supaya tampilannya sesuai dengan layout yang kita pakai. Untuk langkah terakhir ini silakan edit sendiri kode-kode CSS-nya supaya tampilannya sesuai dengan ukuran dan konstruksi layout template yang kita pakai.

Saya harap bisa membantu. Silakan tulis komentar kalau ada yang perlu ditanyakan, dikoreksi, atau cuma mau menambahkan. :)

Instant Internet Business Ideas

Related Posts ↓

Rahasia Sukses Paid Review

{19 Comments so far }

  1. afwan auliyar said,

    Wrote on August 26, 2008 @ 2:29 pm

    wah….lom di coba neh….. :D
    saya juga lg belajar ajax mas….
    jd pingin ngutak-atikyg kayak beginian…

    nice post kang

  2. Masenchipz said,

    Wrote on August 26, 2008 @ 2:50 pm

    CSS tunggulah daku… 1 minggu ke depan bakal gw ekspansi lo…he..he.. btw nice postinganin bro.. siip… mantab

  3. Tomi Yahya said,

    Wrote on August 26, 2008 @ 2:53 pm

    Wah ini ajax ya? frameworknya apaan ya? harus lihat bagian pertama dulu nih saya.

  4. Tony said,

    Wrote on August 26, 2008 @ 5:23 pm

    oh begitu toh caranya baru pny gambaran deh soal baru tahu :)

  5. ruben said,

    Wrote on August 26, 2008 @ 5:59 pm

    wah.. gw lemot nih javascript.. :(
    apalagi pake framework segala..
    lebih enakan java tuh.. :)

  6. ika said,

    Wrote on August 26, 2008 @ 7:57 pm

    waduh..ndak mudeng bro.. biasana cuman kopas2 kode doang ..hehe

  7. fanari said,

    Wrote on August 27, 2008 @ 9:08 am

    @Masenchipz: sip mas, selamat menjadi seniman CSS ;)
    @Tomi Yahya: cuma dasarnya, kalau framework bisa pakai apa aja
    @ruben: iya lebih lemot, tapi kan lebih gampang pakainya mas :)
    @ika: sama mbak ika, kalau make frmaework tinggal copas2 aja nggak usah mudeng pemrograman gpp ko..

  8. taufiq said,

    Wrote on August 27, 2008 @ 11:14 am

    q mo tanya pa yang bisa disimpan di google pages cuma pdf ja. kalo file format yang lainnya gimana kayak rar

  9. Paman Gober said,

    Wrote on August 27, 2008 @ 11:17 am

    Bertambah lagi ilmu saya mas, btw ada buku tentang css ga?

  10. fanari said,

    Wrote on August 27, 2008 @ 11:25 am

    @taufiq: kayaknya bisa mas, saya pernah lihat file gambar dan javascript ada yg dihosting di googlepages
    @Paman Gober: wah saya nggak ada buku2 kyk gitu mas, coba cari e-booknya aja :)

  11. rizal akbar said,

    Wrote on August 27, 2008 @ 3:28 pm

    iya, banyak juga yang make googlepages untuk upload file2 javascript

    kalo saran saya sih, sebaiknya jgn pake googlepages lagi, soalnya google berencana menutup layanan googlepagesnya, saat ini mereka dah nggak terima member baru lagi untuk googlepages..

    jadi kalao dah terlanjur, mending cepet2 dipindahin filenya..

  12. jadul said,

    Wrote on August 27, 2008 @ 11:13 pm

    Terima kasih infonya. Dicoba dulu

  13. audy said,

    Wrote on August 29, 2008 @ 2:46 pm

    wah ilmu tingkat tinggi neeeh…. blas ga ngerti d maas….

  14. the gands said,

    Wrote on August 29, 2008 @ 9:14 pm

    nice post mas fanari, eh linknya udah saya taut yah…

    hmmm komentar saya, lebih baik kita tahu sedikit saja memprogram javascript, supaya…..
    wueenak gitu loh…. wkwkwkwkwkwkwkwk…..

  15. fanari said,

    Wrote on August 30, 2008 @ 9:45 am

    @rizal akbar: makasi infonya :)
    @jadul: sama2
    @audy: hehe biasa aja ko mbak ;)
    @the gands: iya sih lebih baik tahu dikit aja pemrog js, minta ajarin ya hehe :D

  16. Nias Zalukhu said,

    Wrote on August 30, 2008 @ 1:15 pm

    Selamat menunaikan ibadah puasa. Mohon maaf jika selama ini ada salah-salah kata. Thank..s

  17. fanari said,

    Wrote on August 30, 2008 @ 8:41 pm

    @Nias Zalukhu: sama2 mas, makasi :gembira:

  18. mang hendri said,

    Wrote on May 14, 2009 @ 10:38 am

    btw…. makasih ya.. ini bermanfaat sekali…
    blajar ajax..blajar ajax..blajar ajax
    MOM..doakan aku semoga menjadi jago ajax hehhe

  19. Dasar Memasang JavaScript Dengan Framework (1) said,

    Wrote on July 15, 2009 @ 5:14 pm

    [...] Artikel lanjutan: Dasar Memasang JavaScript Dengan Framework (2) [...]

Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Comment ↓

Name

E-mail

Website