Dasar Memasang JavaScript Dengan Framework (1)

JavaScript Framework

Walaupun saya sering memposting artikel tutorial bukan berarti saya bermaksud menjadikan blog ini menjadi blog tutorial lo. Menurut saya postingan jenis tutorial memang masih banyak dicari pengunjung. Tidak hanya itu, saya juga sering diminta temen2 buat memposting tutorial di blog ini. Ok, kalau mas thegands banyak posting tentang tutorial pemrograman dan database, maka saya akan berikan tutorial yang gampang aja (dan newbie banget): dasar memasang JavaScript dengan framework, karena dari kemaren banyak yang nanya bagaimana saya memasang JavaScript yang bikin lambat blog ini :D . Yang akan saya jelaskan kali ini bukanlah detil cara memasang plugin javascript di blog ini seperti slideshow diatas, ataupun tooltip, tetapi dasar cara memakai plugin-plugin tersebut karena ini mungkin bermanfaat jika kita ingin menambahkan sendiri plugin apa saja yang kita inginkan.

Pilih Framework

Pastikan kita memilih salah satu framework yang kita inginkan. Anda bisa memilih salah satu dari sekian framework yang beredar di pasaran tersedia: jQuery, MooTools, Prototype, Scriptaculous, Dojo, dsb. Saya merekomendasikan jQuery atau MooTools karena kedua framework itu yang paling terkenal saat ini (saya termasuk salah satu penggemar John Resig jQuery). Kemudian anda bisa mengunduh file JavaScript Library-nya, untuk jQuery di http://jquery.com dan untuk MooTools di http://mootools.net. File js library ini biasanya ada beberapa jenis, antara lain versi uncompressed dan versi minified. Perbedaan di antara keduanya terletak pada ukurannya, karena versi uncompressed memiliki dokumentasi dan penjelasan/komentar yang lengkap, sedangkan versi minified punya ukuran jauh lebih kecil dan sangat dianjurkan untuk pemakaian pada website/blog. Versi minified atau kompresi yang menurut saya paling bagus saat ini adalah file yang dikompres menggunakan Yahoo! UI (YUI) Compressor.

Pilih Plugin

Kita memerlukan plugin tambahan yang akan kita pakai di blog. Cukup cari lewat google, maka kita akan menemukan ratusan plugin gratis yang ditulis oleh banyak programmer di seluruh dunia yang memiliki fungsi berbeda-beda. Beberapa diantaranya yang cukup terkenal yaitu Lightbox (prototype), Thickbox (jQuery), Slimbox (Mootools), Accordion, tooltip, slideshow, login form, date picker, dll. Masing-masing plugin bergantung pada jenis frameworknya, jadi misal kita akan memasang accordion, maka pilih accordion yang sesuai dengan framework yang kita pakai. Buat pemakai jQuery, silakan meluncur ke direktori plugin jQuery

Jangan lupa pastikan memilih plugin versi terbaru yang kompatibel dengan library terbaru juga, yang lengkap dengan dokumentasi dan demonya. Hal ini penting karena file demo tersebut yang nanti akan kita lihat source codenya sehingga dengan mudah kita dapat menerapkan efek javascript dari plugin tersebut. Setelah kita memiliki file library lengkap dengan pluginnya, maka langkah selanjutnya adalah memasang script-script AJAX tersebut. Jadi tunggu postingan lanjutannya, oke?

Artikel lanjutan: Dasar Memasang JavaScript Dengan Framework (2)

Instant Internet Business Ideas

Related Posts ↓

Rahasia Sukses Paid Review

{12 Comments so far }

  1. Paman Gober said,

    Wrote on August 23, 2008 @ 12:20 pm

    Suer mas ga ngerti saya! Baca ulang lagi deh

  2. Kipram said,

    Wrote on August 23, 2008 @ 12:48 pm

    Saya juga kurang paham kalo javascript, saya akan baca ulang

  3. geLLy said,

    Wrote on August 23, 2008 @ 1:01 pm

    NiCe Inpo fanari tp otakku karatan ga’ mudEng :D

    thxyuuu

  4. malapu said,

    Wrote on August 23, 2008 @ 2:48 pm

    wah dapat sedikit ilimu lagi.. musti banyak belajar nech

  5. Adieska said,

    Wrote on August 23, 2008 @ 10:10 pm

    Ampun bro… Jangankan ngerti cara pakainya, ngerti bahasanya pun nggak :P

  6. fanari said,

    Wrote on August 24, 2008 @ 3:13 pm

    wah kok pada bingung ya?? :nyerah:
    silakan baca blognya mas bimo kalau mau lebih jelas tentang javascript dan ajax

  7. the gands said,

    Wrote on August 25, 2008 @ 9:31 pm

    ahh.. mas fanari ini bisa aja…
    saya juga masih nubi kok mas.. o ya mas, saya mau hiatus sejenak dari dunia perbloggingan… maafin aku yah.. hihihihi….

  8. kipas said,

    Wrote on August 26, 2008 @ 9:45 am

    MantaB bro tutorialnya… tak baca dulu lagi ya.. biar paham ;)

  9. Dasar Memasang JavaScript AJAX Dengan Framework | Fanari dash Id dot Com | Official Blog said,

    Wrote on August 26, 2008 @ 9:46 am

    [...] kipas » Dasar Memasang JavaScript Dengan Framework (Bagian… [...]

  10. fanari said,

    Wrote on August 26, 2008 @ 10:17 am

    @the gands: iya mas, selamat menyelesaikan TA, pasti lulus deh :)
    @kipas: silakan bro..

  11. Tomi Yahya said,

    Wrote on August 26, 2008 @ 3:00 pm

    Oh Frameworknya itu toh. nyambung dikit. Kalau Blog saya ajaxnya buat post comment, jadi yang comment gak perlu load lagi pagenya, bawaannya BlogEngine.

  12. the gands said,

    Wrote on August 29, 2008 @ 9:02 pm

    udah selesai sidang, dan sekarang bw pun dilaksanakan..

Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Comment ↓

Name

E-mail

Website