Cara Aman Backup WordPress dengan phpMyAdmin

WordPress backup

Backup artikel itu penting, apalagi kalau kita telah mempublikasikan ribuan artikel di blog yang menggunakan self-hosted WordPress (WordPress.org). File backup tersebut dapat digunakan sewaktu-waktu apabila terjadi musibah yang tidak disengaja baik itu karena kesalahan sendiri maupun karena serangan dari pihak lain. Nah, ada beberapa cara membuat file cadangan blog WordPress diantaranya dengan meng-import semua postingan, komentar, kategori, dan tag dalam bentuk WXR berformat XML.

Akan tetapi, cara tersebut agaknya selalu menimbulkan masalah, apalagi kalau dilakukan pada blog yang mempunyai artikel, komentar, kategori, dan tag dalam jumlah banyak, yaitu file WXR yang tidak ter-backup dengan sempurna/seluruhnya. Untuk menghindari hal ini, saya lebih menyarankan untuk membuat file cadangan berupa file database SQL yang dibuat menggunakan phpMyAdmin. Sekedar informasi, phpMyAdmin adalah sebuah aplikasi yang ditulis menggunakan bahasa pemrograman PHP yang berfungsi untuk mengelola tabel-tabel database MySQL.

1 – Mengakses phpMyAdmin melalui cPanel

Sebagian besar provider web hosting yang menggunakan cPanel sudah menyediakan program phpMyAdmin di menu cPanel mereka. Untuk mengaksesnya tinggal klik icon phpMyAdmin pada bagian Databases.

cPanel

2 – Persiapan backup database WordPress

Setelah jendela phpMyAdmin terbuka, maka akan terlihat tampilan awal program. Untuk melihat isi tabel database blog WordPress, silakan klik satu database yang digunakan blog pada bagian kiri layar. Kemudian akan terlihat struktur tabel basis data SQL. Jumlah row atau baris pada tabel akan tergantung pada plugin-plugin yang digunakan. Banyak plugin WordPress yang membuat row baru apabila diaktifkan (untuk keperluan menyimpan basis data).

SQL database structure

Tapi kita juga perlu mengetahui row mana sajakah yang merupakan row utama atau default dari WordPress. Informasi tentang ini bisa dilihat pada WordPress Codex, atau biar lebih mudah saya listing ulang di sini ↓

wp-comments
wp-links
wp-options
wp_postmeta
wp_posts
wp_terms
wp_term_relationships
wp_term_taxonomy
wp_usermeta
wp_users

Kesepuluh baris di atas merupakan row yang wajib di-backup. Deskripsi masing-masing baris bisa dibaca pada WordPress Codex.

3 – Ekspor database

Setelah kita tahu baris-baris basis data default WordPress, kita bisa membuat (mengekspor) file SQL cadangan dengan mengklik tab Export, kemudian pilih row mana saja (termasuk 10 pada daftar di atas) yang ingin diekspor. Saya menyarankan untuk memilih sepuluh baris saja—tidak menyertakan plugin—kecuali kalau anda ingin terus memakai plugin yang bersangkutan dan tidak ingin kehilangan data (misalnya statisik atau log) yang ditulis plugin tersebut.

Export SQL database

File database bisa berupa .sql utuh atau terkompresi Zip maupun GZip (sebenarnya banyak alternatif format file yang bisa dipakai selain SQL, diantaranya XML, CSV, PDF, dan sebagainya).

Mengembalikan (impor) file cadangan ke dalam database

Apabila anda berhasil membuat file salinan basis data blog WordPress anda—selamat, karena file tersebut bisa digunakan sewaktu-waktu—bahkan pada keadaan dimana anda harus melakukan instal ulang (reinstall) blog WordPress tetapi tanpa menghapus semua artikel yang anda tulis :)

Untuk mengembalikan salinan file database, dilakukan melalui menu Import dan kemudian pilih file yang akan diimpor. Sebagai catatan apabila anda melakukan reinstall WordPress, sebaiknya hapus dahulu semua row yang dihasilkan setelah instalasi sebelum mengimpor file backup.

Import SQL database

Selamat mencoba :)

p.s. Gambar logo WordPress di atas saya ambil tanpa ijin dari blog Daniy!—salah satu temen angkringster di Jumatan :D

Instant Internet Business Ideas

Related Posts ↓

Rahasia Sukses Paid Review

{47 Comments so far }

  1. Fikri Rasyid @ Bloggingly said,

    Wrote on June 30, 2009 @ 5:08 am

    Setuju. kalau menggunakan fitur import to XMLnya wordpress, memang sering kali ‘ngadat’ di tengah jalan untuk blog yang jumlah artikelnya banyak sekali. Jadi terpotong di tengah-tengah deh.

    Kalau sekarang, pakai plugin database backup saja. Backup gede-geedan sekali, setelah itu backup harian dan datanya dikirim ke account gmail :D

  2. rismaka said,

    Wrote on June 30, 2009 @ 3:24 pm

    @Fikri Rasyid @ Bloggingly,
    Setuju, saya juga menggunakan plugin tsb utk membackup blog saya tiap hari.

  3. fanari said,

    Wrote on June 30, 2009 @ 6:28 pm

    @Fikri Rasyid @ Bloggingly @rismaka: plugin tersebut sama saja fungsinya dengan phpMyAdmin, karena memang mengambil datanya dari situ. karena sama fungsinya, saya lebih memilih tidak memakainya karena fitur phpMyAdmin sendiri jauh lebih lengkap—untuk menyunting isi database (misalnya untuk keperluan ganti username atau domain)—jadi tidak hanya untuk keperluan backup.

  4. ganda said,

    Wrote on July 1, 2009 @ 9:36 am

    @Fikri Rasyid : sepertinya wordpress lemah dalam masalah optimasi database. atau memang koneksi yang ngadat. apalagi menggunakan php xml class untuk membuat xmlnya. Biasanya begitu. Sehingga kadang-kadang ngadat. Saya sendiri mau mencoba membuat tools desktopnya untuk itu. untuk menguji daya tahan wordpress. :D

    @fanari : tapi untuk shared hosting, cara ini tentu tidak bisa kita lakukan sendiri. harus pakai plugin pastinya.

  5. fanari said,

    Wrote on July 1, 2009 @ 2:53 pm

    @ganda: maksudnya tidak bisa kita lakukan sendiri gimana ya mas? saya juga pengguna shared hosting dan sering menggunakan phpMyAdmin untuk keperluan optimasi, repair, backup database blog ini, juga mengedit author name, email, username wp pernah saya lakukan.

  6. ganda said,

    Wrote on July 1, 2009 @ 3:57 pm

    @fanari : maksudnya plugin? maksud saya tanpa plugin, misal blogger yang menggunakan shared hosting tidak di beri akses ke Cpanel

  7. fanari said,

    Wrote on July 1, 2009 @ 4:32 pm

    @ganda: mungkin pengertian “shared hosting” antara saya dan mas ganda berbeda hehe. setahu saya provider web hosting pasti menyediakan akses ke cPanel baik itu untuk pelanggan shared hosting atau dedicated hosting, bedanya fitur shared hosting tidak selengkap dedicated misalnya untuk shell access atau WHM ditiadakan. saya juga pengguna shared hosting bersama puluhan website lain dalam satu IP address dan satu server (bisa dicek di IP Neighbour).

  8. Herdion Cahyo said,

    Wrote on July 2, 2009 @ 4:29 pm

    untuk backup saya juga lebih suka make phpadmin,,, suka error euy kalo make xml di WP

  9. Ferry Prima said,

    Wrote on July 2, 2009 @ 11:50 pm

    kalau saya sampai sekarang sih masih pake cpanel “pilih backup” ajah. tinggal klik2 download jadi dhe ehehehe..

  10. Ardian said,

    Wrote on July 5, 2009 @ 7:14 pm

    langsung aku save artikelnya buat jaga2 klo sewaktu-waktu Databaseku error :D

    Btw, klo plugin Database Backup itu diinstall di wordpress ya?

  11. fanari said,

    Wrote on July 5, 2009 @ 8:28 pm

    @Ardian: sama seperti plugin-plugin yang lain. dulu saya pakai WP-DBManager untuk keperluan repair dan backup

  12. ganda said,

    Wrote on July 6, 2009 @ 9:51 am

    @fanari : sepertinya kita memang salah tanggap bro. maksud saya di sini, adalah “menumpang”.

  13. Ardy Pratama said,

    Wrote on July 9, 2009 @ 7:01 pm

    thanks buat artikelnya mas fanari, brmnfaat sekali nih… soal backup emang pnting, buat jaga2…

  14. raiderhost said,

    Wrote on July 10, 2009 @ 1:15 am

    keren mas .. tips yang expert ..

    langganan doeloe ach

  15. albri said,

    Wrote on July 10, 2009 @ 4:54 pm

    Wow tips bagus bos.. thanks ya

  16. rusli zainal sang visioner said,

    Wrote on July 12, 2009 @ 3:01 pm

    thanks ya mas infone. kebetulan mau pindah hosting nie, soale hosting yng sekarang bandwith dan space nya mini tapi mahal. masalahnya sekarang domain utama blog saya yang cihuii.com pakai wp sedangkan subdomain pakai joomla dan blogspot. yang jadi masalah tuh yang pakai joomla. punya tipnya engga mas, bsckup joomla.

    Eros
    petarung kontes berhadiah laptop
    dari Alnect Computer

  17. fanari said,

    Wrote on July 12, 2009 @ 9:21 pm

    @Eros: caranya hampir sama dengan WordPress, backup file-file penting seperti template dan modul, serta databasenya.

  18. rusli zainal sang visioner said,

    Wrote on July 13, 2009 @ 2:56 pm

    waduh modul dan component juga mesti di backup ya
    thanks mas pencerahannya

  19. wira said,

    Wrote on July 27, 2009 @ 2:38 pm

    tips menarik, tapi ada masalah nggak kira2 jika versi wordpress yg dipakai nanti berbeda?

  20. fanari said,

    Wrote on July 27, 2009 @ 8:10 pm

    @wira: tips ini berlaku untuk versi WordPress yang kita gunakan sekarang. Kalau diupgrade ke versi yang lebih baru otomatis database juga akan diupgrade dengan sendirinya.

  21. 6 Alasan Memakai Plugin SEO Ultimate dan Meninggalkan All In One SEO said,

    Wrote on August 2, 2009 @ 9:58 am

    [...] spesifik seperti page title dan meta data tidak bisa diekspor (hanya bisa di-backup menggunakan backup database biasa), fitur ini cukup membantu apabila kita hendak menginstal plugin tersebut pada blog [...]

  22. Danta said,

    Wrote on August 30, 2009 @ 3:52 pm

    Mantap kang tutorialnya.. pake plugin kayaknya lebih praktis mas..

  23. tentangrifai said,

    Wrote on August 31, 2009 @ 12:10 am

    mungkin perlu ditambahkan untuk memback-up content artikel gambar yang biasanya terletak di wp-content/uploads biar pass restoring ngga missing image

  24. ewegombel said,

    Wrote on September 1, 2009 @ 7:25 am

    thanks mas..saya masih ga terlalu ngerti sih, kalo pake plugin backup itu apa caranya sama kaya di atas ya??saya masih oon soal ginian nih mahaf

  25. stresbgt said,

    Wrote on September 9, 2009 @ 9:39 am

    mas admin
    aku export file kok gak isa ya kenapa mas
    kalo di tekan export halamannya kosong
    pdahal file export.php, library.php, ma yang berkaitan dengan export……. masih ada……
    kenapa mas kalo gitu………
    corupted kale yah phpmyadmin nya……

  26. fanari said,

    Wrote on September 10, 2009 @ 12:16 am

    @stresbgt: kalau program phpMyAdmin sudah tersedia di cPanel lebih baik menghubungi web hosting provider-nya langsung.

  27. horsehole said,

    Wrote on October 25, 2009 @ 7:49 pm

    saya pernah tau backup blog, ke email gmail, bagaimana caranya ya mas…mungkin tau juga

  28. aldy said,

    Wrote on November 1, 2009 @ 6:25 pm

    Ach…kalau saja saya lebih menggunakan cara ini, mungkin database saya tidak akan hilang seperti ditelan tsunami. TQ mas.

  29. Upgrade Wordpress version 2.8.2 ke 2.8.5 | Kebebasan Finansial said,

    Wrote on November 6, 2009 @ 5:00 am

    [...] di upgrade untuk membackup blog wordpress anda terlebih dahulu. Untuk back upnya saya pakai cara : http://fanari-id.com/tutorial/cara-backup-wordpress-phpmyadmin/ takut kalau-kalau ada error nantinya (tapi sebenarnya aman sih). Setelah benar-benar [...]

  30. Sheva Bali said,

    Wrote on December 8, 2009 @ 7:37 am

    mas cara ini kan hanya backup posts dan comment saja, ada fitur untuk mengamankan image-image postingan kita? Thanks atas sharingnya, salam dari Bali

  31. fanari said,

    Wrote on December 8, 2009 @ 12:01 pm

    @Sheva Bali: file image, theme, dan plugin bisa di-backup dan di-restore pakai cPanel (File Manager) atau program FTP client.

  32. wisnu said,

    Wrote on January 10, 2010 @ 7:31 pm

    mantabs gan, Penting bgt nih,pa lagi buat bisnis ya.. kamsia bgt ya bos. ;)

  33. 20+ Tips Lengkap Optimasi WordPress said,

    Wrote on January 18, 2010 @ 3:06 pm

    [...] menimbulkan masalah tersendiri, seperti frozen page sampai terhapusnya database. Jadi sebaiknya siapkan backup database dulu sebelum memakainya, dan pastikan jangan mencoba mengombinasikan bermacam-macam plugin caching [...]

  34. Ardiawan.com said,

    Wrote on January 19, 2010 @ 1:41 am

    trims, saya udah lama nih cari informasi kayak beginian, dan akhirnya ketemu artikel ini yg penjelasannya lebih jelas shg saya udah ngerti

    Salam kenal :)

  35. nanang said,

    Wrote on January 29, 2010 @ 8:47 am

    ntar lo diganti wp yang baru pa msh da postingan yd dlu?

  36. azzaam said,

    Wrote on February 16, 2010 @ 1:24 pm

    hmm, bingung saya…
    mendingan dibackup saja yah, lebih sederhana..
    btw, cara ini kelebihannya apa bozz?

  37. fanz said,

    Wrote on April 7, 2010 @ 8:40 am

    Mau nanya mas.. itu yang di back up udah termasuk postingannya yah mas? :)

  38. fanari said,

    Wrote on April 9, 2010 @ 1:22 am

    @fanz semua database WordPress di-backup, termasuk semua postingan, komentar, tag, kategori, user, dan sebagainya.

  39. freeppt said,

    Wrote on May 2, 2010 @ 5:53 pm

    thankz mas bos….

  40. Gin said,

    Wrote on June 20, 2010 @ 2:38 am

    Thanks buat infonya mas, barusan nyoba backup… padahal biasanya ga pernah walaupun pas update versi WP nya sekalipun. Untungnya DB saya ga kenapa-kenapa.

  41. fansnatural said,

    Wrote on June 27, 2010 @ 6:45 am

    thanks buat tutorialnya kang

  42. arifds said,

    Wrote on June 28, 2010 @ 1:04 pm

    Sip,,,thx banget maz atas infonya,sangat berguna sekali.

  43. games said,

    Wrote on July 4, 2010 @ 8:55 pm

    waduh jadi kepikiran buat beckup DB, maklum pake hust gretongan :D

    makasih yak infonya… salam sukses selalu

  44. Moblox said,

    Wrote on July 8, 2010 @ 5:05 am

    pengguna hosting gratisan, silahkan menangis tersedu sedan, plugin wpDB-manager tdk bs utk backup database…:-(
    mas tau plugin yg support host gratisan ga?

  45. MiriamHampton said,

    Wrote on July 20, 2010 @ 12:08 pm

    People deserve very good life and mortgage loans or just small business loan can make it better. Just because people’s freedom is based on money state.

  46. Backup data dan yang perlu diperhatikan | Personal Field said,

    Wrote on July 27, 2010 @ 11:50 pm

    [...] penuh, jika yang dibutuhkan backup webblog, anda bisa membaca referansi di Rismaka.net atau di Fanari-id.com semoga bisa membantu, jika dirasa kurang silahkan cari referansi tambahan pada tautan dibawah. [...]

  47. adibowo said,

    Wrote on August 3, 2010 @ 8:02 am

    mantap kang, izin parktek :D

Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Comment ↓

Name

E-mail

Website