Semantic HTML: Definisi dan Pengaruhnya Terhadap SEO

Apa respon yang saya dapat ketika saya mempublikasikan sebuah artikel mengenai pengaruh struktur halaman web terhadap halaman hasil pencarian search engine, seperti beberapa artikel sebelumnya? Sebagian besar membicarakan tentang disain theme sebagai struktur utama halaman web. Oke, memang tidak ada yang salah dengan pendapat tersebut. Tetapi yang akan saya luruskan di sini adalah bahwa struktur halaman yang saya maksud tidak semuanya mengenai bagaimana sebuah struktur halaman disusun oleh theme yang digunakan (saya percaya kok bahwa banyak theme yang tersedia teroptimisasi secara SEO). Ini mengenai konsep semantic HTML, bukan sekedar aturan penulisan kode-kode markup. Bukan hanya soal tampilan atau presentasi di layar browser, tetapi juga soal aksesibilitas atau kemudahan akses dalam segala kondisi. Markup semantic HTML yang baik mempunyai aksesibilitas yang baik juga, baik untuk pengguna normal seperti kita, pengguna dengan kemampuan yang terbatas yang menggunakan perangkat text-to-speech, dan tentu saja baik untuk mesin pencari.

Bagaimana konsep semantic HTML?

Semantic HTML bisa didefinisikan sebagai cara penyusunan tag-tag HTML yang tepat yang bisa mewakili arti atau maksud yang sebenarnya dari isi konten (artikel) web/blog yang kita sajikan. Jadi bisa diartikan bahwa semantic HTML merupakan salah satu bentuk representasi dari bahasa yang biasa kita gunakan, yang termasuk dalam salah satu bentuk komunikasi, sama dengan bentuk-bentuk komunikasi yang lain. Dengan kata lain: konten pada halaman kita adalah kata-kata yang kita ucapkan. Ilustrasinya sederhana, bila kita melakukan penekanan pada beberapa kata saat berbicara, maka sama halnya dengan tag emphasize (strong dan em) untuk memberikan penekanan tertentu pada teks yang kita tulis.

Elemen-elemen tersebut memberikan arti pada konten dan membuatnya benar secara semantik (penuh arti). Jadi sebenarnya tag-tag HTML itu dibuat supaya bisa dipahami, baik itu dilihat, didengar, atau dirasakan :D Seorang developer pernah mengatakan bahwa tag-tag HTML seharusnya menjadi semacam emosi dari teks yang kita tulis, dimana bisa mewakili emosi, intonasi, jeda, dan arti yang sebenarnya. Jadi, tag-tag semacam <strong> dan <em> memang dirancang untuk benar-benar memberikan penekanan, bukan hanya untuk membuat teks menjadi cetak tebal atau miring (seperti <b> dan <i>). Ya, inti sebenarnya dari konsep web semantik adalah pemisahan struktur utama dan konten dari presentasi atau tampilan. HTML mewakili struktur dan konten, sedangkan soal tampilan visual di layar sepenuhnya diatur oleh CSS.

Semantic HTML dan SEO

Selain memberikan banyak keuntungan dalam aksesibilitas sehingga website bisa dibaca oleh manusia dalam berbagai cara, seperti penggunaan perangkat text-to-speech reader (yang menurut beberapa informasi bisa menerjemahkan tag <strong> dan <em> untuk mengatur nada, intonasi, dan volume suara), penyusunan tag HTML secara semantik juga memberikan banyak keuntungan dalam hal SEO. Tujuan kita sekarang adalah bagaimana membantu search engine spiders memahami isi/konten suatu halaman dengan lebih baik, dan kemudian mengelompokkannya dengan lebih baik pula.

Yang perlu kita ketahui adalah bahwa crawler Google itu seperti anak kecil, dimana kita perlu membimbingnya untuk menemukan sesuatu dan memahaminya. Jadi Google sebenarnya perlu semacam panduan dalam menentukan struktur dan topik sebuah halaman. Semantic HTML inilah yang membantu menentukan struktur yang baik.

Keuntungan lainnya bahwa web semantik mempunyai struktur tag yang lebih bernilai tinggi bila dibandingkan dengan halaman yang disusun menggunakan banyaknya inline styles, tag <div>, dan gambar-gambar sebagai hiasan website. Alasannya, walaupun keduanya mempunyai konten yang sama, tetapi halaman web semantik lebih efektif menggunakan tag (heading, paragraf, link, title, list) dibanding halaman dengan banyaknya markup tambahan yang sebenarnya tidak memberikan informasi apa-apa kepada crawler. Selain menambah keyword density, penggunaan tag-tag yang efektif dan sesuai bisa memperkecil ukuran sebuah halaman.

Struktur XHTML yang sesuai untuk blog dan untuk Google

Tujuan kita sekarang adalah mendeskripsikan setiap postingan kita kepada mesin pencari dengan penggunaan tag XHTML secara hirarkis (<title>, <h1>, <h2>, <h3>, dan seterusnya) dan membuatnya menjadi susunan yang logis.

Ada beberapa cara untuk membuat halaman menjadi lebih semantic dengan mengoptimalkan struktur yang sudah ada. Halaman terdiri dari judul, heading, sub-heading, kemudian konten. Konten ini juga bisa berisi beberapa paragraf teks, daftar, kutipan, gambar, dan tabel. Semua jenis informasi tersebut mempunyai tag masing-masing. Nah, kita akan memulainya dengan judul (<title>).

Beri judul halaman kita dengan cara yang benar!

Seperti yang kita tahu bahwa judul hasil pencarian di Google semuanya diambil dari tag <title> halaman tersebut. Bila kita menggunakan theme default WordPress (Kubrick) maka format judul halaman kita akan menjadi seperti ini → Nama blog » Judul artikel. Dengan format seperti itu, maka semua hasil pencarian untuk halaman kita akan diawali dengan nama blog kita sendiri. Pertanyaannya, kalau kita menempati posisi sebagai pemburu informasi, apakah nama blog itu lebih penting dibandingkan dengan informasi yang sedang kita cari?

Tentu saja tidak :D

Solusinya adalah dengan menempatkan judul artikel di awal judul halaman. Dengan begitu setiap judul halaman postingan akan terlihat lebih informatif di hasil pencarian. Ini bisa dilakukan dengan cara manual atau menggunakan plugin (All In One SEO misalnya).

Heading, dari h1 sampai h6

Salah satu manfaat penggunaan heading adalah halaman kita akan lebih mudah ditentukan topiknya. Heading-heading ini mempunyai jangkauan dari h1 sampai h6 ( walaupun mungkin h5 dan h6 sangat jarang digunakan).

Misalnya kita terfokus pada make money online pada blog kita, maka h1 bisa kita pakai untuk memuat semua gambaran mengenai make money online secara umum, kemudian beberapa h2 untuk sub-heading yang lebih spesifik misalnya pay per click, paid review, dan sebagainya. Kemudian h3 untuk topik yang lebih detil dan spesifik lagi dari h2.

Masalahnya, ada beberapa pendapat yang menyarankan bahwa sebaiknya judul postingan ditempatkan dalam h1. Tetapi, kita tahu bahwa sebagian besar theme WordPress yang tersedia memanfaatkan h1 untuk header atau gambar logo blog, sedangkan judul postingan ditempatkan pada h2. Kalau dilihat dari sisi semantic, susunan tersebut sudah cukup baik, tapi mungkin tidak jika dilihat dari sisi SEO. Mengapa? IMHO, karena selain <title>, <h1> juga berpengaruh pada sistem perangkingan headline artikel yang berbeda-beda, secara hirarkis (hierarchical rank). Sebagai contoh jika saya menamakan blog ini sebagai fanari-id.com, maka ini berarti bahwa semua halaman dari blog ini secara umum membahas mengenai fanari-id.com. Nah, bagaimana jika saya banyak menulis tentang web design dan make money online misalnya, tentunya heading utama yang berjudul fanari-id.com tersebut menjadi kurang relevan.

Di sisi lain, alih-alih memakainya sebagai header, kita menempatkan h1 sebagai judul postingan blog. Masalahnya, walaupun secara SEO lebih baik (pada setiap halaman postingan), halaman utama blog menjadi kurang sesuai secara semantic. Secara umum halaman indeks blog memuat beberapa judul artikel yang ditampilkan secara kronologis, sehingga jika kita menempatkan h1 sebagai judul artikel maka halaman utama akan mempunyai h1 lebih dari satu (akan terlihat kurang terfokus pada satu headline). Bila kita menampilkan 10 artikel di homepage, maka sepuluh h1 akan tersusun di homepage kita. Secara semantik, seharusnya tiap halaman hanya memuat satu h1 sebagai headline utama dari konten.

Solusinya? Menempatkan tagline pada h1 dan judul postingan pada h2. Dengan begitu, headline utama kita akan memuat tagline yang juga kita pakai di title. Tentunya tagline sebaiknya mengenai topik artikel yang paling banyak kita tulis di blog, dengan beberapa keyword.

Konten atau isi artikel blog

Selain pada title dan headline, konsep semantik juga perlu diterapkan pada konten. Saya akan langsung memberikan beberapa contohnya: gunakan tag <p> di setiap paragraf, <blockquote> di setiap kutipan, <table> bila perlu menggunakan tabel, <code> atau <pre> di setiap list kode HTML, CSS, PHP, ataupun kode pemrograman yang lain, <ol> atau <ul> untuk setiap daftar, atribut alt untuk setiap gambar, abbreviation dan acronym untuk singkatan dan akronim (misalnya abbr untuk PHP dan acronym untuk SEO), serta <strong> dan <em> untuk memberikan penekanan pada beberapa kata.

Kesimpulan

Bagaimanapun, tidak ada aturan yang pasti bagaimana seharusnya semantic HTML digunakan. Semuanya tergantung pada bagaimana kita mengrinterpretasikan petunjuk yang ada untuk membuat halaman sesemantik mungkin. Yang pasti, gunakan semua variasi tag HTML yang memungkinkan. Pakai tag <div> kalau memang tidak ada tag yang sesuai. Hindari juga pemakaian tag di luar kegunaannya. Buatlah struktur yang lebih bersih, lebih mudah dibaca dan dipahami sejauh yang kita mampu.

Instant Internet Business Ideas

Related Posts ↓

Rahasia Sukses Paid Review

{52 Comments so far }

  1. Reza Fauzi said,

    Wrote on January 10, 2009 @ 1:15 pm

    posting yang mantap sekali :)

  2. ipung said,

    Wrote on January 10, 2009 @ 1:43 pm

    hihihi.. jadi serasa nostalgia ketika baca buku HTML Dog.. 1 tahun yang lalu :)

    Bacaan kita sama, tapi kok hasil pembelajarannya beda yach.. yang saya gak maju2 :D

    Sekalipun teknik markup itu penting, akan tetapi blogger umum yang suka bikin judul yang heboh, hiperbola, bertolak belakang dan sebagainya bisa kelimpungan bila menggunakan template yang SEO optimized seperti itu :D

    Kebetulan template yang saya gunakan baik h1, h2 dan h3-nya memiliki tampilan yang sama didalam bodypost. Jadi ga perlu takut merusak tampilan bila menggunakan tag-tag seperti itu. Cuma ada satu yang kurang di template saya, tampilan tag dfn-nya ga ada bedanya sama em. Sepertinya emang perlu diperbaiki :D

    Artikelnya mantap banget mas Fandy :D

  3. fanari said,

    Wrote on January 10, 2009 @ 1:59 pm

    @ipung: haha bener juga mas, kalau banyak menggunakan heading tanpa tahu cara mengatur style di CSS-nya, bisa-bisa postingannya penuh dengan tulisan yang gede-gede :) )

  4. oyonk said,

    Wrote on January 10, 2009 @ 2:09 pm

    Waduh masalah seo ini memang agak rumit bagi saya yang masih awam ini
    saya masih coba-baca-baca mas. belum begitu banyak yang mengerti

    salam kenal kembali dari http://oyonk.com

    tukaran link yuuk…

    terimakasih

  5. BlogSigit said,

    Wrote on January 10, 2009 @ 3:20 pm

    hm………….
    saya menyimak saja dulu
    belum banyak mengeti sih..

    salam kenal

  6. atokaja said,

    Wrote on January 10, 2009 @ 4:08 pm

    waduh kenapa kok jadi pusing yah. Tenyata SEO bener bener merepotkan. ah yang penting keindex google aja deh hehehhe

  7. sawali tuhusetya said,

    Wrote on January 10, 2009 @ 6:09 pm

    info yang sungguh menarik dan bermanfaat, mas fanari., saya setuju banget nih kalau struktuyr html yang oke akan sangat berpengaruh terhadap aksesibilitas sebuah postingan. mungkin tak hanya strutur html/xhtml-nya, tapi juga optimalisasi css-nya. atrc sepertinya paling jitu dalam mengukur standar web dari sebuah blog.

  8. abbie said,

    Wrote on January 10, 2009 @ 9:16 pm

    Setuju sekali dengan istilah mas Fandy klo Google itu spt anak kecil yg mesti dibimbing kesana dan kesini. Yg hebat, ni ‘anak kecil’ pinter ya, tau klo ada blogger yg mau curang. Trs ntar klo udah marah maunya nge-ban.

    Good post mas. Sy mst membacanya lbh dr 1 kali biar lebih mudeng.
    :D

  9. ardi said,

    Wrote on January 10, 2009 @ 10:35 pm

    Wah, jangan-jangan mas Fanari ni penulis ya? Rapi banget dan terstruktur. Dari kemaren-kemaren baca tu seneng dan jelas. Terus terang tiap mampir kesini trus mbaca tulisannya, langsung balik lagi ke blog sendiri buat intropeksi. Ternyata banyak yg perlu dibenahi :( (

    Seperti yang Anda bilang, tulisannya bisa berbicara dan mewakili emosi penulisnya.

    Kalo acronym untuk SEO tu maksudnya apa??

  10. Silverf0x said,

    Wrote on January 11, 2009 @ 12:52 am

    nice article….thanks dah mampir

  11. Fikri @ Bloggingly said,

    Wrote on January 11, 2009 @ 4:53 am

    Wohoo, great entries :D

    Jadi untuk title post lebih baik menggunakan H2 y? saya juga masih agak bingung disini nih LOL

    Oya, setuju nih sama Kang Ardi diatas. Tulisannya fanari-id ini bersih dan rapih sekali. Saya pribadi masih perlu belajar untuk membuat tulisan yang terstruktur rapih dalam sub-heading seperti ini :D

    moreover, heran deh. readibility fanari-id ini tinggi sekali. Padahal font-nya keluarga georgia begini. Seriff atau sans – seriff istilahnya? :D

  12. the fachia said,

    Wrote on January 11, 2009 @ 6:34 am

    wah mantaps nih..

    thanks banget infonya ya lama tidak blogwalking.. :)

  13. fanari said,

    Wrote on January 11, 2009 @ 9:32 am

    @ardi: cuma blogger yang lagi belajar nulis :D
    tag acronym digunakan untuk singkatan yang bisa dilafalkan seperti SEO, SEM, dsb.
    sedangkan abbr digunakan untuk singkatan yang hanya bisa dieja, tidak bisa dilafalkan, seperti XHTML, CSS, PHP, dsb.
    @Fikri @ Bloggingly: title post malah sebaiknya diletakkan pada h1, masalahnya nanti halaman indexnya akan mempunyai lebih dari satu h1 sebagai headline sehingga kurang tepat secara semantic. Untuk cara mengatasinya Insya Allah akan saya sambung di artikel berikutnya :)
    Mengenai tipografi di blog ini, memang saya gunakan keluarga font georgia dengan ukuran 110% dan line height 165%

  14. Donny Kapahang said,

    Wrote on January 11, 2009 @ 11:47 am

    “haha bener juga mas, kalau banyak menggunakan heading tanpa tahu cara mengatur style di CSS-nya, bisa-bisa postingannya penuh dengan tulisan yang gede-gede”

    Waduh, seperti blog saya donk :D Memang selalu keren-keren tulisannya mas Fanari. Langsung menuju TKP: Langganan RSS dulu aah… (ditunggu artikel setelah ini loh mas) :)

  15. audy said,

    Wrote on January 12, 2009 @ 8:04 am

    waduuuuh…saya mpe betah bacanya…soalnya bener2 ga ngerti d masalah html dkk…. baca sekali dah mulai punya sedikit gambaran…harus dibaca2 lagi d….mmm kalo saya perhatiin situs2 yang jualan ebook ato tools2 tu kan isinya huruf gede2 smua yaaah….hehehe apa itu mereka pake h1 smua yaaah…hihihi habis tulisannya saingan smua ni mas…gede2 n merah2….

  16. myrazano said,

    Wrote on January 12, 2009 @ 10:11 am

    Yah… Saya masih berfikir bagaiman tidak hilang di Mesin pencari saja dulu
    Nomor berapa ya nanti sajalah

    Terimakasih atas kunjungannya mas fanari ke blog saya
    dan terimakasih atas komentarnya di http://myrazano.com
    ditinggu kunjungan dan dukungannya dari
    seluruh fans dan pengunjung blog fanari ini

    terimakasih

  17. fanari said,

    Wrote on January 12, 2009 @ 12:44 pm

    @audy: kalau masalah besar kecilnya huruf semua bisa diatur pake CSS mbak, jadi belum tentu pake heading. Kalau saya lihat, situs-situs penjual e-book seperti yang mbak audy maksudkan kebanyakan juga nggak pake heading berlebihan, tapi cuma pake styling CSS aja biar hurufnya keliatan gede2 :D

  18. ryan said,

    Wrote on January 12, 2009 @ 5:40 pm

    perlu dibaca lebih dari 1 kali biar benar2 ngerti

  19. tipis said,

    Wrote on January 13, 2009 @ 5:33 am

    wah kupas tuntas nih. postingannya komplit. makasih udah nulis semantab ini mas. saya juga betah bacanya :)

  20. dani said,

    Wrote on January 13, 2009 @ 11:11 am

    salut..makin mantap aja mas fandy :)

    entah apa jdnya jika google dan mesin pencari lain tdk mengacu pd sebagian besar rekomendasi w3c

    cmiiw
    mengenai abbr dan acronym jd agak serba salah di IE6 yg tdk bs membaca abbr
    akhirnya sikat pake acronym semua :D ato mungkin pake js ato hack css

    kadang memang serba salah mengaitkan seo-standar web-aksesibilitas-fast reading-semantik
    yg satu terasa lbh berat ke mesin
    lainnya fokus ke human
    sisanya lbh suka main ke trafik

    aturan (w3c) yg ada pun lbh bersifat rekomendasi de-facto, best practice-pengalaman terbaik masing2 penggunanya, bukan paksaan apalagi hukun (de-jure) utk hrs diterapkan

    imho, pemakaian doctype strict (tanpa melibatkan pertukaran data xml) pun hanya berguna utk proses pemelajaran–menulis kode x/html dg lbh bersih, selebihnya useless sptnya :)
    maaf
    mungkin html 5 malah akan lbh populer :D

  21. Tony said,

    Wrote on January 13, 2009 @ 4:02 pm

    kalo di perinciin ternyata ribet minta ampun SEO itu ya :D

  22. fanari said,

    Wrote on January 13, 2009 @ 10:00 pm

    @tipis: sekedar overview aja mengenai semantik html
    @dani: wow terima kasih pak masukannya, tambahan ilmu buat saya yg masih belajar ini :)
    Soal IE bisa baca abbr atau tidak, itu masalah IE, semantik tetaplah semantik :D
    Kemudian, betul juga kalau doctype strict mungkin useless terutama pada blog WordPress, tapi setidaknya bisa beri contoh mengenai apa itu kesempurnaan :D

  23. dani said,

    Wrote on January 14, 2009 @ 6:55 am

    o i a kelupaan :)
    utk sekadar tes seo on-page & semantik mungkin bs nyoba tools online-gratis brkt:
    raven-seo-tools dot com/seo-analyzer/
    www dot basicwebsitereview dot com/
    www dot w3 dot org/2003/12/semantic-extractor.html

  24. Arikaka.com said,

    Wrote on January 14, 2009 @ 9:26 am

    Wuih, tutorialnya mantep..

  25. badoer said,

    Wrote on January 14, 2009 @ 6:09 pm

    Wah penjelasanNa lengkap bgt mas.. Jago tenan ki mas fanari kalau masalah genean.

  26. fanari said,

    Wrote on January 14, 2009 @ 6:13 pm

    @dani: again, trims pak, skor saya masih jauh di bawah pak dani, hehehe :D

  27. izandi said,

    Wrote on January 14, 2009 @ 6:23 pm

    hm..bener mas fanari
    soal heading tags itu sudah saya coba implementasikan
    sip ditunggu posting selanjutnya :D

  28. dani said,

    Wrote on January 14, 2009 @ 6:45 pm

    bukan narsis itu sih maksudnya..krn ada banyak jg yg bs 100 di 2 tools itu.. :D
    entah menyadari ato ngga..
    dg catatan, bahwa bbrp diantara tools itu terasa berat sebelah ke mesin vs human
    cerita mas fandy brktnya pasti seru jg :)
    lanjut mas..

  29. dony said,

    Wrote on January 15, 2009 @ 4:14 am

    wuih mantep om sampe2 keblinger bacanya abis buanyak banget bacaannya
    keep semangat!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!bravo

  30. rudy said,

    Wrote on January 15, 2009 @ 12:09 pm

    Thanks Mas buat artikel yang menjelaskan html & xhtml. Kadang masih suka rancu, gampangnya lebih sering suka make html attribut. Udah kebiasaan, lagi berusaha berubah nih :D

  31. david said,

    Wrote on January 15, 2009 @ 1:07 pm

    salam kenal dulu y…..infonya menarik

  32. budi tarihoran said,

    Wrote on January 15, 2009 @ 2:29 pm

    dengan adanya postingan ini awak semakin ngerti SEO.

    makasih ya mas, klo bisa sering² posting kek gini.

    sekalian belajar awak

    hehehehehe

  33. chietoQ said,

    Wrote on January 15, 2009 @ 11:24 pm

    Halloooooo Tuan Rumah, Anda dapet Award and PR dari Saya.
    So, harus diterima dan dikerjakan ya :D
    Checkout disini: My First Award n PR

  34. thegands said,

    Wrote on January 16, 2009 @ 10:03 am

    nice post bro..

  35. ardi said,

    Wrote on January 16, 2009 @ 7:27 pm

    @fanari: Owh gitu. Makasih penjelasannya

  36. Septian said,

    Wrote on January 16, 2009 @ 7:47 pm

    Mas Fanari…trus cara mengedit tag dsb..supaya gak gede2 gimana ya? Soalnya mengurangi keindahan blog seh..hehehe..

  37. sof said,

    Wrote on January 17, 2009 @ 4:16 pm

    informasi yg lengkap dan bagus…
    perlu dicoba

  38. thevemo™ said,

    Wrote on January 17, 2009 @ 5:26 pm

    di tunggu lanjutannya bro

  39. Paman Gober said,

    Wrote on January 19, 2009 @ 8:43 am

    Keknya perlu disave dulu neh mas, biar lebih mengerti saya…

    maklum kalo soal ginian masih lom ngerti

  40. thegands said,

    Wrote on January 20, 2009 @ 4:01 pm

    mas, blog saya udah launching.. di ganti yah alamat blog sayah..
    hehehehe………….

  41. fajarseraya said,

    Wrote on January 20, 2009 @ 6:07 pm

    keren banget ini namanya bosss…inget mampir yaaa

  42. fanari said,

    Wrote on January 21, 2009 @ 1:02 am

    @thegands: selamat mas, akhirnya punya rumah sendiri sekarang hehehe :D
    Ok mas, link komentar & link blogroll uda saya ganti ;)

  43. Trik Membuat Level Heading Blog WordPress Lebih SEO-friendly | Fanari dash Id dot Com | Going to Become a CSS Artist said,

    Wrote on January 21, 2009 @ 11:31 am

    [...] artikel mengenai definisi dan pengaruh HTML semantik terhadap SEO, saya sedikit menyinggung mengenai masalah penggunaan heading yang paling tepat dan maksimal supaya [...]

  44. www.ardi.web.id Ganti Tampilan » Ardi's Blog said,

    Wrote on February 14, 2009 @ 9:42 pm

    [...] SEO Friendly. Ketika saya berkunjung ke blognya Mas Fanari yang membahas masalah semantik, ternyata blog saya mempunyai banyak masalah. Isinya juga kurang bisa “berbicara”. Bila [...]

  45. Chandra said,

    Wrote on February 17, 2009 @ 5:22 pm

    Mantap sekali artikelnya. Mudah dimengerti oleh orang awan seperti saya :)
    Thanks you.

  46. 7 Jenis Tulisan Blog Post Beserta Kelebihan dan Kekurangannya. | Bloggingly | semua tentang blog. dari tips ngeblog (blogging), hingga budaya ngeblog (blogging culture) said,

    Wrote on February 24, 2009 @ 4:00 am

    [...] Tulisan yang menjelaskan pengertian akan sesuatu Contoh: Semantic HTML: Definisi dan Pengaruhnya Terhadap SEO Plus: Biasanya lebih SEO-Friendly. Mendatangkan pengunjung melalui Search engine. Minus: Tulisan [...]

  47. rian said,

    Wrote on March 7, 2009 @ 5:27 pm

    artikelnya cocok bangat buat gw yg mo blajar HTML, izin copas OM, tapi pastenya bukan di blog :)

  48. radhitya said,

    Wrote on March 28, 2009 @ 12:59 pm

    artikellengkap.com.

  49. Solusi Tipografi dengan Metode Alternatif sIFR dan FLIR | Fanari dash Id dot Com said,

    Wrote on April 22, 2009 @ 11:04 am

    [...] memungkinkan kita untuk mengatur tipografi atau tampilan font sesuka hati tanpa harus mengorbankan aksesibilitas dan SEO. Sebenarnya ada metode lain seperti Cufon dan Typeface.js, tapi tidak akan saya bahas disini karena [...]

  50. riphqi said,

    Wrote on July 4, 2009 @ 12:46 am

    waw!

    sangat informatif, jadi sebenarnya menulis blog itu harus sekaligus melakukan pembiasaan diri. kalu begitu saya akan beralih menggunakan strong dan em.

    terima kasih

  51. MasEDI said,

    Wrote on November 4, 2009 @ 10:28 pm

    butuh waktu berhari2 untuk memahami postingan mantab ini. ijin saya amankan ke hard disk dulu mas :)

  52. Bambang Oke said,

    Wrote on January 7, 2010 @ 4:42 pm

    Mantab dah,..

Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Comment ↓

Name

E-mail

Website