Hindarkan Blogmu Dari Duplicate Content Penalty
Salah satu alasan kenapa halaman web tidak muncul pada SERP adalah duplicate content penalty yang di berikan Google karena Google telah menemukan halaman tersebut telah di copy-paste oleh situs lain. Mungkin juga karena sebuah halaman memiliki lebih dari satu url, dimana Googlebot menganggap bahwa url tersebut menuju ke halaman berbeda-beda, walaupun sebenarnya tidak. Duplicate content juga bisa berarti beberapa situs atau halaman tidak akan terindeks oleh mesin pencari, bahkan bisa aja crawler berhenti mengindeks semua halaman dari sebuah situs karena dia menemukan banyak kopian dari suatu halaman pada url yang berbeda-beda. Terus, apa saja yang dianggap Google sebagai duplicate content?
Menurut beberapa sumber yang saya dapatkan, termasuk blog resmi Google webmaster↓
- Sebuah halaman bisa dianggap duplicate content karena ada situs lain yang menyalin seluruh isi halaman web tanpa menyertakan url sumbernya.
- Sebuah halaman yang memiliki lebih dari satu url seperti canonical URL juga bisa dianggap duplicate content (seperti yang sudah saya sebutkan diatas).
- Situs tersebut merupakan situs afiliasi yang tidak disukai oleh Google, dimana banyak sekali website yang mempromosikan hal yang terkesan sama karena menggunakan semacam template yang ditawarkan program afiliasi untuk digunakan bisnis afiliasi bersama.
- Menggunakan konten yang sama atau yang hampir mirip sekali pada domain/subdomain yang berbeda, misalnya sebuah organisasi yang memiliki banyak domain untuk kepentingan brand-nya, tetapi menggunakan konten yang mirip untuk mempromosikan layanan atau produknya.
- Sebuah situs/blog mengijinkan sindikasi artikel, atau dengan kata lain mengijinkan pihak lain menyalin konten dengan syarat menyertakan link balik, tapi mungkin mesin pencari menyingkirkan artikel originalnya dan malah mengindeks halaman kopiannya. Tapi hal tersebut kurang sesuai dengan yang disampaikan pihak Google di blog Google Webmasters. Matt Cutts sendiri menyarankan untuk menghindari sindikasi konten yang berlebihan daripada mengijinkan sindikasi konten dengan menampilkan tautan aslinya.
- Situs yang memiliki mirror yang sangat banyak. Walaupun memudahkan orang untuk menggunakan konten dari situs alternatif yang sama dengan sumbernya, mesin pencari mungkin mengenali duplicate content pada situs yang bermirror dan mungkin mengabaikan beberapa situs bermirror yang ditemukan.
Apa yang tidak termasuk duplicate content?
Menurut pihak Google, suatu konten yang ditulis ulang dalam bahasa yang berbeda tidak dianggap sebagai duplicate content. Selain itu Google juga menyarankan supaya tidak terlalu khawatir dengan konten yang menampilkan kutipan dari situs lain (seperti quote), karena tidak akan dianggap duplicate content.
Tips untuk menghindari duplicate content ↓
- Tambahkan keterangan hak cipta pada artikel yang kamu tulis atau di bagian bawah website/blog.
- Jika sebuah konten punya lebih dari satu URL, gunakan perintah permanent redirect (301) di file .htaccess, untuk me-redirect pengunjung dan Googlebot ke suatu halaman.
- Jangan biarkan orang lain mencuri hasil kerja kerasmu! Kita tahu kalau menulis konten yang baik itu bukan pekerjaan mudah kan?
- Gunakan macam-macam tool duplicate content seperti CopyScape atau duplicate content tool untuk memeriksa apakah konten kita telah di copas.
- Pahami CMS yang kita gunakan, yang mungkin saja menampilkan konten yang sama dalam format URL yang berbeda.








Blog ini cuma blog komersil yang dipakai oleh fanari buat nyari duit. Siapa fanari?? Calon "pengangguran" yang (mencoba) sukses dalam bisnis online :).
{31 Comments so far ↓}