7 Cara Mempercepat Akses Blog

Kecepatan download sebuah website memang menjadi salah satu faktor yang sangat mempengaruhi jumlah kunjungan/traffic terhadap website tersebut. Tak terkecuali dengan sebuah blog. Blog dengan desain menarik pada beberapa keadaan memang bisa membuat orang selalu tertarik untuk berkunjung, tapi tentu saja bila diimbangi dengan kecepatan akses yang cukup. Beberapa cara sederhana di bawah ini bisa membantu meningkatkan kinerja dan kecepatan blog kita.

Gunakan penulisan kode yang efektif

Penulisan kode-kode yang efektif bisa dilakukan dengan cara mengurangi whitespace atau baris kosong yang terdapat dalam template yang kita pakai. Selain itu, usahakan menghapus line-line komentar yang terlalu banyak dan tidak terlalu berguna. Penulisan notasi yang singkat dan efektif, terutama pada CSS, juga dapat sedikit mempengaruhi kecepatan akses blog kita. Berikut beberapa contoh penyingkatan kode-kode pada template blog.

Contoh 1:

Terlalu banyak baris kosong (whitespace):

.title {

background: #DAEBF3;

width: 100%;

padding: 10px;

border: 1px solid #DAEBF3;

}

Penulisan yang lebih efektif:

.title {background:#DAEBF3;width:100%;padding:10px;border:1px solid #DAEBF3}

Contoh 2:

Contoh penulisan yang kurang efektif:

.title a:link { color: #990000; }
.title a:visited { color: #990000; }
.title a:hover { color: #990000; }
.title a:active { color: #990000; }

Penulisan notasi yang singkat dan lebih efektif:

.title a:link,.title a:visited,.title a:hover,.title a:active {color: #990000}

Minimalkan penggunaan JavaScript dan skrip-skrip eksternal

JavaScript dan teknologi AJAX memang telah banyak digunakan pada era Web 2.0 seperti sekarang ini, apalagi dalam hal efek visual. Penggunaan JavaScript memang mampu memperkaya tampilan antarmuka web/blog kita dan memberi nilai tambah dalam hal disain. Tapi kebanyakan JavaScript yang digunakan, apalagi yang memanfaatkan framework, memiliki ukuran yang lumayan besar dan pastinya akan lebih memperlambat blog daripada blog yang bersih dari JavaScript.

Yang perlu kita pahami bahwa tidak semua JavaScript yang menurut kita sangat keren jika dipasang di blog dapat memberi banyak manfaat. Kita ambil contoh saja efek JavaScript semacam Lightbox yang memberikan efek window overlay (seperti yang sudah diterapkan pada WordPress versi 2.6 ke atas saat preview sebuah tema di bagian Manage Themes) terhadap suatu objek seperti gambar/image *CMIIW*. Nah, jika kita jarang memposting koleksi foto tentunya Lightbox menjadi kurang berguna jika harus ditambahkan di blog.

Pemakaian skrip-skrip luar/eksternal seperti tracker, MyBloglog, skrip iklan, Plurk widget, Twitter, dan sebagainya kadang-kadang juga mempengaruhi kecepatan akses blog kita. Kalau bisa kurangi skrip-skrip semacam itu dan perbanyaklah skrip-skrip iklan seperti AdSense, hehe :gajian:

Maksimalkan penggunaan file-file kompresi

Jika JavaScript memang harus ditambahkan di blog, sebaiknya gunakan file-file JavaScript yang sudah dikompres menggunakan program kompresor semacam Dean Edward's Packer atau Yahoo! UI (YUI) Compressor. File-file yang telah terkompres mempunyai ukuran yang jauh lebih kecil bahkan sampai beberapa kali lipat untuk file JavaScript berukuran besar karena baris-baris kosong dan dokumentasi atau line komentar telah dihilangkan.

Akan tetapi penggunaan file-file kompresi bukannya tanpa kekurangan sama sekali. Yang perlu kita tahu bahwa ukuran bukanlah segalanya, karena pada kompresi tertentu malah membuat browser membutuhkan waktu lama untuk melakukan dekompresi file sebelum bisa ditampilkan secara utuh di browser. Teknik-teknik lain yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan cara Gzip (mod_gzip) dan HTTP compression. Tetapi maaf saya masih belum paham menggunakan cara-cara tersebut :mrgreen:

Kurangi perintah PHP dan query ke database

Usahakan untuk mengurangi perintah PHP dan query yang berhubungan dengan database. Ini sering kita jumpai di blog yang menggunakan WordPress. Memang perintah-perintah semacam ini memberikan banyak kemudahan dan mempunyai banyak manfaat seperti membuat tema WordPress menjadi "portable" karena menyesuaikan dengan direktori yang dipakai, tetapi browser secara alamiah lebih cepat menampilkan perintah HTML dibanding harus mengeksekusi perintah PHP atau query di server.

Contoh:

Bandingkan:

<link rel="stylesheet" href="<?php bloginfo('stylesheet_url'); ?>" type="text/css" media="screen" />
<script type="text/javascript" src="<?php bloginfo('template_directory'); ?>/jquery.js"></script>
<link rel="alternate" type="application/rss+xml" title="<?php bloginfo('name'); ?> RSS Feed" href="<?php bloginfo('rss2_url'); ?>" />

Dengan:

<link rel="stylesheet" href="http://www.domain.com/wp-content/themes/default/style.css" type="text/css" media="screen" />
<script type="text/javascript" src="http://www.domain.com/wp-content/themes/default/jquery.js"></script>
<link rel="alternate" type="application/rss+xml" title="Your Blog RSS Feed" href="http://feeds.feedburner.com/FanariDashIdDotCom" />

Non aktifkan dan hapus plugin-plugin yang kurang berguna

Plugin bisa menjadi salah satu penyebab lambatnya blog (WordPress) kita. Karena plugin sebenarnya menambahkan fungsi baru di blog kita, maka usahakan hanya menggunakan plugin-plugin yang benar-benar bermanfaat dan tentunya kita butuhkan. Lebih baik juga menggunakan plugin yang terus terupdate versinya.

Optimasi penggunaan file-file grafik/gambar

Jangan terlalu banyak memakai gambar untuk layout, dan kalau bisa ganti dengan kode-kode CSS, misalnya pada background. Jika gambar perlu dipakai untuk background misalnya, gunakan perintah repeat di CSS untuk mengulang tampilan gambar (tentu saja untuk gambar kecil yang bisa diulang-ulang tampilannya). Jika harus menggunakan gambar utuh maka pilih format gambar yang paling pas dengan tingkat kompresi yang sesuai. Format GIF mempunyai ukuran yang kecil namun mempunyai keterbatasan dalam hal warna.

Hapus widget-widget yang kurang berguna

Widget-widget yang sangat tidak berguna sering saya temui di blog terutama blogspot. Widget-widget seperti jam dinding, tag cloud yang berputar-putar, atau bahkan game Sudoku menurut saya tidak terlalu berguna jika dipasang di blog. Jangan pernah menganggap bahwa widget-widget semacam itu adalah aksesoris yang bisa mempercantik tampilan di blog kita. Memang siapa sih yang mau memainkan Sudoku yang kita pasang di sidebar?? Hehe.. :D

Mungkin ada cara-cara lain yang lebih teknikal untuk mengoptimasi sebuah situs, dan cara-cara di atas merupakan cara-cara sederhana yang biasa dipakai untuk mempercepat blog yang saya dapat dari pengalaman sendiri dan sumber-sumber lain tentunya, jadi silakan dicoba ;)

78 thoughts on “7 Cara Mempercepat Akses Blog

  1. its not work :( Web page compressed? : No hikz..maklum lah new bie.. ga tau, maen asal simpen aja.. simpen na di header.php kan yaakk.. apa hosting saya memang menonaktifkan script na? atau apa karena saya pake hosting gratisan.. hikhikhik..

  2. Salam kenal…
    saya baru belajar buat blog pake wordpress,
    tolong kasih komentar atau kritikan di blog saya..
    trims

  3. @fanari: Iya mas, mungkin AIO seo pack tidak kompatibel. Saya sendiri utk title menggunakan cara manual, sbb:

    <title><?php if ( is_single() ) {
          wp_title('');
          echo (' | ');
          bloginfo('name');
    } else if ( is_page() || is_paged() ) {
          bloginfo('name');
          echo (' | ');
          bloginfo('description');
    } else if ( is_author() ) {
          wp_title('Archive for');
          echo (' | ');
          bloginfo('name');
    } else if ( is_archive() ) {
          wp_title('');
          echo (' | ');
          bloginfo('name');
    } else if ( is_search() ) {
          echo ('Search Results In');
          echo (' ');
          bloginfo('name');
          echo (' | ');
          bloginfo('description');
    } else if ( is_404() ) {
          echo ('404 Error (Page Not Found)');
          echo (' | ');
          bloginfo('name');
    } else if ( is_home() ) {
          bloginfo('name');
          echo (' | ');
          bloginfo('description');
    } else {
          bloginfo('name');
          echo (' | ');
          echo (''.$blog_longd.'');
    }
     ?></title>
    
  4. Lam knl mas,
    biasax kalau masalah image aq pake image hosting yg bgus atau gunain situs sosial networking kyk fb, fs,dll (kan gratis di situ). Soalnx situs kyk gt loading imagenx cepet. Ini berguna untk blog yg brisi tutorial (seperti blog aku) yg membutuhkan bnyak gambr sekaligus bs menghemat freespace dan bandwitch.
    He. . .he. . .

  5. Pingback: 20+ Tips Lengkap Optimasi WordPress

  6. Artikel yang menarik dan perlu di terapkan.
    Sayangnya ketika saya menerapkan Komperesi pada template blog saya,
    penulisan kode menjadi sangat rapat dan sulit untuk mengeditnya dikemudian hari.

    Adakah solusi yang lebih baik ??

  7. @lm9_and solusi terbaik dengan menyediakan 2 file, compressed untuk dipakai di web dan uncompressed untuk keperluan mengedit.

  8. Mas.. untuk compressi image, plugin yang bagus apa yah… situs ane kan toko jadi selalu menggunakan image ditiap posing (500×500 px), ane udh memakai W3 dan html compression, dan smusht it.
    thanks

  9. Pingback: 20 Langkah Jitu Weblog Wordpress « Rancang & Produksi Media Promosi