Beberapa artikel terakhir blog ini sedikit banyak mengulas mengenai struktur halaman web, juga sedikit memberi perhatian pada konsep semantik dan penggunaan heading. Nah, artikel sebelum ini pun saya juga masih menulis soal penggunaan heading, dan kali ini pun (lagi-lagi) saya tulis sedikit trik untuk blog WordPress untuk mengatasi masalah struktur heading supaya lebih baik untuk urusan SEO.
Pada artikel mengenai definisi dan pengaruh HTML semantik terhadap SEO, saya sedikit menyinggung mengenai masalah penggunaan heading yang paling tepat dan maksimal supaya SEO friendly, yaitu masalah penempatan heading utama <h1> apakah sebaiknya untuk logo atau malah dipakai untuk judul postingan. Beberapa penjelasan yang saya dapat setelah blogwalking ke blog-blog web designer dan situs web developer luar, menyarankan bahwa sebaiknya judul artikel dipakai sebagai heading utama dengan menempatkannya pada <h1>, entah itu pada website atau blog.
Sedikit memberi pengulangan dari artikel sebelumnya, bahwa tag <h1> berfungsi untuk memberikan informasi mengenai headline utama situs. Jadi, h1 inilah yang menentukan topik utama dari keseluruhan konten situs tersebut. Nah, ternyata inilah yang menimbulkan masalah pada blog. Blog-blog dengan layout konvensional biasanya mempunyai halaman index yang menampilkan beberapa judul artikel sebagai sub-heading, sedangkan heading utama dipakai sebagai logo atau nama blog. Pada halaman postingan utuh, judul artikel juga ditempatkan sebagai sub-heading.
Padahal, halaman single ini hanya memuat satu artikel sehingga alangkah lebih baik jika judul postingan di halaman ini diposisikan sebagai headline, tentu saja karena kita terfokus pada satu artikel tersebut. Nah, bagaimana caranya agar judul postingan blog WordPress kita ditempatkan sebagai sub-heading pada halaman indeks dan sebagai headline pada halaman single?
Belajar dari Thesis, theme WordPress premium yang SEO-friendly
Dimana letak keistimewaan theme ini sehingga dihargai sampai puluhan dolar? Setelah sebelumnya saya mencari link download ilegal versi terbaru dari Thesis (cuma untuk pembelajaran dan tidak belum pernah saya pakai di blog
) dan mencobanya di localhost, saya jadi tahu kalau theme ini tidak memakai coding HTML biasa melainkan menggunakan framework sebagai penggantinya, untuk memudahkan menyunting layout blog tanpa harus mengubah kode-kode secara langsung. Selain itu ada keistimewaan lain dalam hal SEO yang belum pernah saya temukan di theme-theme manapun, baik itu theme gratisan maupun theme premium. Apa itu?
Sistem penempatan headline yang aneh, lain daripada yang lain.
Untuk lebih jelasnya silakan lihat source code dari demo theme Thesis, pada halaman indeks dan halaman postingannya. Atau, lihat screenshot yang saya buat dari kedua halaman tersebut.

index.php ↑

single.php ↑
Sekarang kita tahu letak perbedaannya: Halaman utama blog yang memakai theme Thesis menempatkan headline h1 sebagai tagline dan sub-heading h2 sebagai judul postingan-postingannya, sedangkan pada halaman artikel/single h1 dipakai untuk judul postingan, sedangkan tagline malah ditempatkan sebagai sebuah paragraf biasa. Dari penjelasan tentang semantic HTML dan heading sebelumnya, inilah yang saya maksudkan sebagai solusi terbaik penempatan hirarki heading pada blog WordPress.
Pertanyaan buat kita sekarang, bagaimana caranya membuat blog kita memiliki heading seperti itu tanpa harus banyak mengurangi balance PayPal kita?
Solusi yang paling simpel, saya menggunakan kode PHP sederhana di bawah, yang saya tempatkan pada file header.php (theme default WordPress) ↓
<div id="header">
<div id="headerimg">
<?php if ( is_home () ) : ?>
<p id="name"><a href="<?php echo get_settings('home'); ?>" title="<?php bloginfo('name'); ?>"><?php bloginfo('name'); ?></a></p>
<h1 id="tagline"><?php bloginfo('description'); ?></h1>
<?php else : ?>
<p id="name"><a href="<?php echo get_settings('home'); ?>" title="<?php bloginfo('name'); ?>"><?php bloginfo('name'); ?></a></p>
<div class="description"><?php bloginfo('description'); ?></div>
<?php endif; ?>
</div>
</div>
Penggunaan kode di atas akan membuat nama blog berada pada tag paragraf dan tagline berada pada headline (untuk halaman home/index), sedangkan untuk halaman selain home, penempatan tagline akan berubah menjadi pada sebuah div biasa. Untuk masalah styling, silakan diatur sendiri CSS-nya supaya tampilannya pas dengan theme dan sesuai keinginan. Pada contoh tersebut saya memakai ID baru bernama name dan tagline.
Langkah selanjutnya adalah penempatan headline pada halaman selain index; seperti page.php, single.php, archive.php, search.php, dan sebagainya. Ini bisa kita atur dengan mengganti tag <h2> (yang biasa digunakan) menjadi <h1>, sehingga setiap judul artikel kita akan berada pada headline.
Dengan memakai trik tersebut, secara umum struktur heading blog kita akan menjadi sama dengan struktur heading blog yang memakai Thesis. Silakan mencoba!
Perlu dicoba nih mas….cuman saya masih agak bingung dengan style css nya nih…
Trimakasih triknya yang…..
Iya…. sudah saya coba memang di single post judul blognya udah jadi H1, cuman desain header-nya jadi berantakan. Jadi belum jadi apply secara online….
Bantu CSS-nya kasih contoh dong mas Fanari….
Maklum masih belum ngerti CSS
@cicit: menggunakan satu class dengan property sama misal
.post_title {font-size: 1.4em}, kemudian digunakan sekaligus dalam tagh2pada index danh1pada single post.Wow…. artikel SEO yang sangat bagus, cuman sayang aku nggak ngerti nulis program PHP atau CSS, gimana bila mas Fanari kasih sampel free WP Theme yang sudah di modi Level Headingnya sesuai dengan artikel ini. jadi aku tinggal download n’ ganti WP theme-nya doang…..
nice info nih..
baca dulu gan..
harus ngoprek jeroannya nech mas?
ijin mraktekin jurusnya
nice trick bro….
i think should modify my wordpress theme to more SEO-friendly…
barusan nyoba edit themes blog saya sesuai penjelasan mas. tp ga tau dah bener apa belum yah.. jgn2 malah jadi ga SEO Friendly.. kalo ga keberatan sih mohon masukannya
Pingback: geedebook » 11 Trik WordPress Conditional Tags
oke.. saya mau coba dulu deh….
nice posting bos, baca2 dulu dah
lam kenalY
mau nuobain tap[i masih bingung,… diresapi dulu ahh
nice share…tapi masih bingung juga…:D
Optimasi SEO ane masih agak bingung ne gan
cara penempatan dalam file Wpny gimana gan.
berarti name,home,dll pokokny yg warnany biru ga usah digantii.
yg home :
emang pake h1? kalo pake ,div ato saja bisa gak? karena descriptionnya panjang, apa tidak membingungkan Google?
kenapa tuk selain home pake ?
masih ragu nih…ditunggu bantuannya. trims banget
repost.
yg home : *h1 id=”tagline”>*?php bloginfo(‘description’); ?*</h1* (sengaja di ganti * karena tidak nongol disini)
emang pake h1? kalo pake ,div ato saja bisa gak? karena descriptionnya panjang, apa tidak membingungkan Google?
kenapa tuk selain home pake ?
masih ragu nih…ditunggu bantuannya. trims banget
@akuh pada homepage, bila tagline di WordPress anda terlalu panjang, kode
<?php bloginfo('description'); ?>bisa diganti dengan teks biasa.Bos, mau tanya boleh Ga???
Kalau misal aku memakai 2 bahasa dalam satu situs, misal artikel 1 berbahasa inggris dan artikel 2 berbahasaa indonesia itu bisa dilakukan, yang aku tanya bagaimana ngaruhnya terhadap mesin pencari atau S>E>O???
Terimakasih sebelumnya. kunjungi situsku ya….http://info.pepoe.us/
oww.. ternyata berpengaruh ya bozz
maksih boss dah diingetin
terima kasih banyak atas triknya.
moga sukses selalu.
jika ingin tau profil saya silahkan kunjungi..
click this